Rabu, 07 Mei 2025

Routing RIP V1 (classful) & RIP V2 (classless)

Nama : Satria Kukuh Iman

Kelas : XI TJKT 2

Absen : 35


Routing RIP v1 (classful) & RIP v2 (classless)


Teori Dasar :

Teori Dasar Routing RIP : RIP adalah protokol routing dinamik yang berbasis distance vector. RIP menggunakan protokol UDP pada port 520 untuk mengirimkan informasi routing antar router. RIP menghitung routing terbaik berdasarkan perhitungan HOP. RIP membutuhkan waktu untuk melakukan converge. RIP membutuhkan power CPU yang rendah dan memory yang kecil daripada protokol yang lainnya

Teori Dasar RIP v1 (classful) : RIP v1 menggunakan apa yang dikenal sebagai classful routing. Pengalamatan classful adalah penggunaan alamat Kelas A, Kelas B, dan Kelas C. (Kelas D dicadangkan untuk multicast, dan Kelas E dicadangkan untuk penggunaan di masa mendatang.) Alamat Kelas A, B, dan C menentukan sejumlah bit biner untuk bagian subnet. Misalnya, jaringan Kelas A berkisar dari 1–127 dan menggunakan subnet mask 255.0.0.0. Jaringan Kelas B menggunakan mask 255.255.0.0, dan Kelas C menggunakan 255.255.255.0. RIP v1 tidak mendukung autentikasi pesan pembaruan (teks biasa atau MD5). RIP v1 adalah protokol routing lama yang sudah tidak banyak digunakan lagi.

Teori Dasar RIP v2 (classless) : RIP v2 adalah protokol tanpa kelas dan mendukung classful, variable-length subnet masking (VLSM), CIDR, dan route summarization. RIPv2 mendukung autentikasi pesan pembaruan RIPv2 (MD5 atau teks biasa). Autentikasi membantu dalam mengonfirmasi bahwa pembaruan berasal dari sumber yang sah. Autentikasi juga mendukung pembaruan perutean multicast untuk mengurangi konsumsi sumber daya (dibandingkan dengan menggunakan penyiaran dalam RIP v1). RIP v2 dapat berguna dalam jaringan kecil dan datar atau di tepi jaringan yang lebih besar karena kesederhanaannya dalam konfigurasi dan penggunaan.

Tahap Instalasi : 



Cara Konfigurasi : 

Konfigurasi RIP v1 (classful) :

1. Konfigurasi R1.

2. Konfigurasi R2.


3. Konfigurasi pada PC0-PC3 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway).





Pengujian RIP v1 (classful) :



Konfigurasi RIP v2 (classless)
1. Konfigurasi R3.


2. Konfigurasi R4.


3. Konfigurasi pada PC4 dan PC5 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway).



Pengujian RIP v2 (classless) :



Daftar Pustaka :


Teori Dasar RIP v1 (classful) & RIP v2 (classless) : https://www.360training.com/blog/differences-rip-versions


Access Control List (ACL)

Nama : Satria Kukuh Iman
Kelas : XI TJKT 2
Absen : 35

Access Control List (ACL)

Teori Dasar :
Teori Dasar ACL : Access Control List atau biasa disingkat ACL adalah mekanisme keamanan yang digunakan untuk mengontrol akses ke sumber daya dengan cara mengatur pengguna atau sistem mana yang memiliki izin untuk mengakses dan jenis akses apa yang diizinkan. Sumber daya yang dimaksud bisa berupa file atau directory dalam sistem. Sedangkan jenis akses yang diizinkan umumnya terdiri atas read, write, atau execute.

Tahap Instalasi : 


Cara Konfigurasi :
1. Konfigurasi pada Router1.



2. Konfigurasi pada SERVER1 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway).


3. Konfigurasi pada PC1-PC3 (Penambahan IP Address, Subnetmask, dan Gateway).




Pengujian :
PC1 : 


PC 2 : 



PC 3 : 


Daftar Pustaka :

EtherChannel (PAgp & LACP)

Nama : Satria Kukuh Iman

Kelas : XI TJKT 2

Absen : 35

EtherChannel (PAgp & LACP)

Teori Dasar :

Teori Dasar EtherChannel : Etherchannel adalah suatu teknologi trunking yang digunakan oleh switch Cisco catalyst dimana sejumlah fisikal port pada device digabung menjadi satu jalur logika dalam satu buah port group. Fungsinya untuk meningkatkan kecepatan koneksi antar switch, router ataupun server dan jika salah satu port atau jalur rusak maka port group akan tetap bekerja menggunakan jalur atau port yang lain.

Teori Dasar PAgP : PAgP ( Port Aggregation Protocol ) : Cisco Proprietary , artinya hanya bisa dikonfigurasi di perangkat Cisco saja.

Teori Dasar LACP : LACP ( Link Aggregation Control Protocol ) : Jenis ini bisa digunakan untuk semua perangkat , istilahnya itu Open Standar.

Tahap Instalasi : 


Cara Konfigurasi :

Konfigurasi LACP : 
1. Konfigurasi pada SW1.


2. Konfigurasi pada SW2.


Konfigurasi PAgP :
1. Konfigurasi SW3.


2. Konfigurasi SW4.


Pengujian :
1. Pengujian LACP pada SW1 dan SW2.



2. Pengujian PAgP pada SW3 dan SW4.



Daftar Pustaka :


Selasa, 06 Mei 2025

Static Routing

Nama : Satria Kukuh Iman

Kelas : XI TJKT 2

Absen : 35

Static Routing 

Teori Dasar :

Teori Static Routing : Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual. Setiap jaringan yang akan dirouting harus dikonfigurasi satu persatu oleh administrator jaringan. Kelebihan dari static routing adalah lebih aman serta tidak memutuhkan sumber daya yang besar. Sementara kekurangannya adalah apabila terjadi perubahan dalam suatu jaringan, maka administrator harus melakukan routing ulang sehingga sesuai dengan jaringan yang baru. Static routing dikenal lebih aman karena pada static routing tidak ada update informasi tabel routing yang dikirimkan ke router lain. Tabel routing adalah kumpulan jalur routing yang telah dikonfigurasi. Informasi yang terdapat dalam tabel routing antara lain :

• network destination (jaringan tujuan)

• subnet mask (subnet mask jaringan tujuan)

• gateway

Tahap Instalasi : 


Cara Konfigurasi :

1. Konfigurasi PC1-PC3 (Penambahan IP Address dan IP Gateway).





2. Konfigurasi Router1 - 3 : 




Pengujian PC1-3 : 





Daftar Pustaka : 

Teori Dasar Static Routing : https://www.diaryconfig.com/2016/01/pengertian-routing.html

Cara Instalasi : https://atswaindonesia.blogspot.com/2022/01/simulasi-routing-statis-di-cisco-packet.html

Spanning Tree Protocol

Nama : Satria Kukuh Iman

Kelas : XI TJKT 2

Absen : 35


 STP (Spanning Tree Protocol)

Teori dasar :

Teori Dasar STP : Spanning Tree Protocol (STP) adalah protokol jaringan Layer 2 yang digunakan untuk mencegah terjadinya pengulangan dalam topologi jaringan. STP diciptakan untuk menghindari masalah yang muncul saat komputer bertukar data pada jaringan area lokal ( LAN ) yang berisi jalur redundan. Jika aliran lalu lintas tidak dipantau dan dikontrol dengan saksama, data dapat terperangkap dalam pengulangan yang berputar di sekitar segmen jaringan, yang memengaruhi kinerja dan membuat lalu lintas hampir terhenti.

Tahap Instalasi : 


Cara Konfigurasi :

1. Konfigurasi pada masing masing switch, cek mana yang root bridge dan mana yang non root bridge.




2. Ubah priority pada switch yang ingin di jadikan root bridge.


3. Setelah mengganti priority switch akan otomatis menjadi root bridge.


Pengujian :

Setelah mengganti priority kita cek pada switch yang awalnya root bridge apakah berubah menjadi non root bridge dan sebaliknya.

Switch1 yang awalnya root bridge menjadi non root bridge.




Switch2 yang awalnya non root bridge menjadi root bridge.



Tes salah satu jalur mati.


Daftar Pustaka :


Dynamic NAT (Many-to-Many)

Nama : Satria Kukuh Iman Kelas : XI TJKT 2 Absen : 35 Dynamic NAT (Many-to-Many) Teori Dasar : Teori Dasar Dynamic NAT : NAT Dynamic adalah ...